3 Macam-Macam Bentuk Kesabaran Seorang Muslim

2 min read

3 Macam-Macam Bentuk Kesabaran Seorang Muslim – Kesabaran merupakan kebiasaan dari nabi dan rasul, sabar juga merupakan mutiara bagi seorang muslim dan orang-orang shalih, sabar juga merupakan cahaya kelak bagi orang mukmin diakhirat nanti.

Sabar hakikatnya menahan diri dari segala sesuatu yang tidak diinginkan dan berpisah kepada segala sesuatu yang disenangi. Seseorang yang memiliki kesabaran bukan berarti pengecut akan tetapi ini bagian dari ujian kepada diri sendiri.

Berikut 3 Macam-Macam Bentuk Kesabaran seorang muslim harus ketahui:

1. Sabar Dalam Menjalankan Ketaatan

Kesabaran yang pertama adalah sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. yang mana yang termasuk menjalankan kesabaran dalam ketaan salah satunya saat disubuh hari, waktu sangat dingin, mata masih ingin tidur akan tetapi kita diwajibkan untuk menjalan sholat subuh berjamaah dimesjid, meskipun udara dingin dan rasa kantuk yang tak tertahan kita wajib untuk tetap sabar menjalani kewajiban untuk menunaikan sholat subuh berjamaah.

Sabar dalam ketaatan juga dapat kita temui saat masuk bulan suci ramadhan, yaitu dimana kita seorang muslim untuk melaksanakan puasa wajib selama sebulan penuh dibulan suci ramadhan. Seorang muslim diwajibkan untuk tidak makan dan minum dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya fajar. Menahan lapar dan dahaga maupun hawa nafsu kita diwajibkan untuk menahan diri dari hal tersebut demi untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT

2. Sabar Dalam Menahan Diri Dari Kemaksiatan

Manusia diciptakan dengan memiliki nafsu, akan tetapi Allah telah mengatur didalam Al-qur’an bagaimana cara menyalurkannya bukan dengan cara kemaksiatan. Menjauhkan diri dari kemaksiatan dengan niat karena Allah SWT maka pahalanya sangat besar disisi Allah SWT. Meninggalkan kemaksiatan hukumnya wajib dalam islam. Sedangkan melakukan amalan yang hukumnya sunnah. Sebagian ulama berpendapat bahwa barang siapa yang menjaga pandangan matanya dari aurat-aurat perempuan yang tidak halal baginya, maka pahalanya lebih besar daripada melakukan seribu rakaat shalat sunnah. Hal itu dikarenakan sabar dalam meninggalkan perkara haram menuntut perjuangan yang luar biasa berat. Yaitu perjuangan melawan setan yang selalu menghiasi kemaksiatan seakan-akan ia adalah sesuatu yang sangat indah dan mempesona. Dan perjuangan melawan hawa nafsu yang seringkali mengajak manusia tenggelam dalam dosa dan kehinaan.

3. Sabar Dalam Menghadapi Musibah

Sabar dalam menghadapi musibah yaitu tatkala seorang muslim diuji dengan kekurangan harta atau kemiskinan hal tersebut tidak membuat seorang muslim jatuh kepada hal yang diharamkan seperti mencuri, merampok, korupsi dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan maka hal ini harus dihadapi dengan penuh kesabaran kepada Allah SWT.

Musibah yang menimpa, terkadang tidak hanya menyebabkan seseorang melakukan perbuatan haram. Bahkan lebih dari itu, terkadang menjadikannya melakukan atau mengucapkan perkataan yang menjerumuskannya pada kekufuran. Seperti orang yang ketika anggota keluarganya meninggal dunia, ia mengatakan bahwa Allah zalim, Allah tidak adil, Allah bukan tuhan yang berhak disembah, dan perkataan lain yang membatalkan keislaman dan keimanan bagi seorang muslim. Na’udzu billah min dzalik. Hal yang demikian wajib kita hindari.

Seseorang yang memahami ilmu agama dengan baik dan memegang teguh ajaran Islam sebagaimana mestinya, maka musibah yang menimpanya tidak akan menambahkan kepadanya kecuali sikap sabar dan peningkatan ibadah kepada Allah. Bahkan para wali Allah, kegembiraan mereka atas bala’ dan musibah yang menimpa mereka lebih besar daripada kegembiraan mereka atas kelapangan hidup dan keluasan rezeki yang dianugerahkan kepada mereka. Oleh karena itu, sebagian kaum sufi mengatakan:

  وُرُوْدُ الْفَاقَاتِ أَعْيَادُ الْمُرِيْدِيْنَ  

“Datangnya berbagai musibah adalah hari raya bagi para pencari kebahagiaan di akhirat.”  

Baca Juga: 6 Tips Meraih Kebahagiaan Dunia Dan Akhirat

Mereka menganggap bahwa musibah yang menimpa adalah hari raya bagi mereka. Dengan itu, musibah akan meningkatkan ketaatan dan ibadah mereka kepada Allah ta’ala.

Musibah apabila dihadapi dengan sabar maka akan menambahkan derajat kita atau bahkan menghapus dosa-dosa kita. Musibah banyak macamnya. Perlakukan buruk orang lain pada kita adalah musibah. Begitu juga penyakit yang kita derita, kemiskinan, kecelakaan, kemalingan, kehilangan harta benda, kebakaran, dan lain sebagainya.

Semoga sajian yang kami berikan mengenai 3 Macam-Macam Bentuk Kesabaran Seorang Muslim dapat menambah wawasan kita dan juga memberikan manfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *