5 Adab-Adab Berpakaian Dalam Islam

1 min read

Adab Berpakaian Dalam Islam – Berpenampilan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan di era modern saat ini apalagi disaat berinteraksi sosial dilingkungan masyarakat, akan tetapi sebagai seorang muslim yang baik, dalam berpakaian terdapat adab yang harus senantiasa didahulukan, bukankah pakaianlah yang dapat memuliakan kita?

Berikut adalah 5 Adab-Adab Berpakaian Dalam Islam yang dapat kita amalkan:

1. Menutup Aurat

Pada dasarnya dalam berpakaian hal yang paling utama diperhatikan adalah menutup aurat. Menutup aurat merupakan prinsip pertama yang menjadi dasar agar pakaian tersebut dapat dikatakan sesuai dengan hukum Islam. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa bahwa aurat laki-laki adalah antara pusar sampai lutut dan aurat perempuan adalah seluruh badan kecuali dua telapak tangan dan wajah, selain itu pakaian juga dapat memberikan keindahan kepada pemakainya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-A’raf: 32

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan” (QS. Al A’raf: 32)

baca juga: Tafsir Qs. Al A’raf: 32

2. Tidak Tembus Pandang

Pakaian yang tembus pandang dapat memperlihatkan bentuk tubuh yang harusnya tertutupi justru terlihat maka pakaian tersebut bukan merupakan pakaian yang Islami. Sebab, secara tidak langsung pakaian yang tembus pandang berarti tidak menutup aurat. Memilih warna dan bahan pakaian menentukan pakaian tersebut tembus pandang atau tidak khususnya dalam keadaan keringatan atau kehujanan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim dalam kitabnya Shohih adalah sebagai sebagai berikut,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا»

Artinya:

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah: ”Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu; kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga itu telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.
(Hr. Muslim no. 2128)

3. Tidak Menyerupai Lawan Jenis

Adab yang terpenting dalam berpakaian adalah tidak menyerupai lawan jenis, sebagaimana yang dimaksudkan adalah laki-laki tidak dibolehkan memakai pakaian yang mernyerupai wanita begitu pula wanita tidak dianjurkan memakai pakaian yang menyerupai laki-laki

Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu, beliau berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki”
(HR. Bukhari no. 5885).

Dalam riwayat lain dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhu, ia berkata:

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُخَنَّثِينَ مِنْ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلَاتِ مِنْ النِّسَاءِ وَقَالَ أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang kebanci-bancian dan para wanita yang kelaki-lakian”. Dan Nabi juga bersabda: “keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian!” (HR. Bukhari no. 5886).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

ثلاثةٌ لا يَدخلُونَ الجنةَ: العاقُّ لِوالِدَيْهِ ، و الدَّيُّوثُ ، ورَجِلَةُ النِّساءِ

“Tidak masuk surga orang yang durhaka terhadap orang tuanya, ad dayyuts, dan wanita yang menyerupai laki-laki”
(HR. Al Baihaqi dalam Al Kubra 10/226)

4. Berdoa Sebelum Berpakaian

Adab yang dianjurkan kepada kita yaitu senantia berdoa sebelum melakukan sesuatu utamanya sebelum berpakaian kita dianjurkan untuk berdoa sebelum menggunakannya.

Hendaknya ketika memakai pakaian membaca doa berikut:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

Alhamdulillahilladzi kasaaniy hadzats tsauba wa rozaqonihi min ghoiri hawlin minniy wa laa quwwah

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR. Abu Daud no. 4023).

5. Mendahulukan Sebelah Kanan

Adab selanjutnya yaitu sebelum berpakaian hendaknya dimulai dengan tangan tangan atau sebelah kanan, bukan hanya dalam berpakaian akan tetapi dalam hal yang lain juga dianjurkan mendahulukan sebelah kanan.

baca juga: 6 Adab-Adab Dalam Membaca Al-Qur’an

Semoga Sajian yang kami berikan mengenai 5 Adab-Adab Berpakaian Dalam Islam. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Insya Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *