10 Cara Mendidik Anak Dengan Cara Islami

3 min read

10 Cara Mendidik Anak Dengan Cara Islami – Anak merupakan titipan dari Allah SWT. Kehadian seorang anak menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Dalam islam anak merupakan titipan atau amanah dari Allah SWT, Memiliki anak yang sholeh adalah dambaan semua orangtua, mada dari itu untuk menjaga amanah tersebut, orang tua harus menjaga dan mendidik anaknya sejak masih kecil agar kelak anak beranjak dewasa dia tumbuh dengan didikan islami dan dapat berbakti kepada kedua orangtua.

Mendidik seorang anak dengan cara islami dapat memberikan dampak positif untuk kedua orangtuanya karena ini juga depat menjadi amal jariah kelak untuk kedua orang tuanya. Memiliki anak yang sholeh tidaklah mudah, butuh perhatian lebih dari orang tua agar anaknya dapat tumbuh secara islami.

Berikut 10 cara mendidik anak dengan cara islami:

1.Memberikan Nama Yang Baik

Memberikan nama yang baik merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan, mengingat nama merupakan sebutan atau panggilan untuk dirinya maka sebaiknya memberikan nama yang didalamnya mengandung arti kebaikan dan doa didalamnya.

2. Memberikan Kasih Sayang

Memberikan kasih sayang kepada anak bertujuan untuk membangun kedekatan antara anak dengan kedua orangtuanya. akan tetapi memberikan kasih sayang kepada anak tidak boleh berlebihan karena dapat berdampak buruk bagi tumbuh dan kembang anak

3. Tidak Membeda-Bedakan Anak

Dalam mendidik dan memberikan kasih sayang kepada anak hendaknya memperhatikan mereka, jangan membeda bedakan antara mereka baik, berlaku adillah terhadap mereka, dan jangan membanding-bandingkan mereka sebab anak memiliki rezeki dan kelebihan yang berbeda-beda

4. Perkenalkan anak dengan Allah (Tauhid)

Memperkenalkan anak tentang ketauhidan merupakan sesuatu yang sangat penting, karena dengan ketauhidan kita memperkenalkan tentang Allah, agama dan apa sebenarnya tujuan hidup di dunia ini dan kepada siapa kitadan kepada siapa yang berhak kita sembah, jangan sampai anak tidak mengetahui tuhan dan tujuan mereka diciptakan dan kepada siapa mereka akan dikembalikan.

Berikut QS. Luqman: 13-14

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ . وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

(Wa idz qoola luqmaanu libnihii wahuwa ya’iduhu yaa bunayya laa tusyrik billaah, innasy syirka ladhulmun ‘adhiim. Wa washshoinal insaana biwaalidaihi hamalathu ummuhuu wahnan ‘alaa wahnin wa fishooluhuu fii ‘aamaini anisykurlii waliwaalidaik, ilayyal mashiir)

Artinya:

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

5. Perintahkan Anak Untuk Sholat

Setelah Memperkenalkan anak tentang ketauhidan, sejak kecil anak harus diperkenalkan dengan kewajiban mereka yaitu sholat karena ibadah sholat merupakan ibadah dan amal yang pertama kelak akan dihisab. Selain itu anak dianjurkan untuk diajar langsung oleh orang tuanya karena ibadah sholat merupakan ibadah yang akan dilakukannya selama ia hidup didunia ini, juka orang tua mengajarkan anak sholat bahkan sampai mengajarkan bacaan doa, maka selama anak tersebut melaksanakan ibadah sholat maka amal yang orang tua ajarkan tentang sholat mengalir kepada orang tuanya selama hidupnya.

6, Mendoakan Anak

Bukan hanya anak yang harus senantiasa mendoakan orangtuanya akan tetapi orang tua juga harus senantiasa mendoakan anaknya agak kelak anak tumbuh dan berkembang secara islami dan berbakti kepada orang tua serta bermanfaat bagi orang lain.

baca juga : 8 Hak Orang Tua Terhadap Anaknya

7. Mengajarkan Anak Menutup Aurat

Mengajarkan anak untuk menutup aurat merupakan perkara yang sangat penting, utamanya bagi anak perempuan begitupula dengan anak laki-laki.

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Yā banī ādama qad anzalnā ‘alaikum libāsay yuwārī sau`ātikum warīsyā, wa libāsut-taqwā żālika khaīr, żālika min āyātillāhi la’allahum yażżakkarụn

Artinya: Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al-A’raf: 26)

baca juga : Tafsir (QS. Al-A’raf: 26)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Yā ayyuhan-nabiyyu qul li`azwājika wa banātika wa nisā`il-mu`minīna yudnīna ‘alaihinna min jalābībihinn, żālika adnā ay yu’rafna fa lā yu`żaīn, wa kānallāhu gafụrar raḥīmā

Artinya: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Ahzab: 59)

Baca juga: Tafsir (QS. Al-Ahzab: 59)

8. Memperhatikan Pendidikan Anak

Setiap orang tua ingin melihat anaknya sukses, maka dari itu yang menjadi kewajiban orang tua untuk memperhatikan pendidikan dan sekolah anaknya, akan tetapi dalam hal pendidikan anak harus mengutamakan pendidikan agama didalamnya dan yang pasti islami agar anak-anak tidak jatuh kearah yang tidak baik

9. Perhatikan Lingkungan Bermain

Orang tua dalam mendidik anak secara islami harus memperhatikan kepada siapa mereka bermain dan bergaul karena lingkungan bermain sangat berpengaruh terhadap sikap anak kedepannya, jangan sampai anak bermain atau bergaul dengan orang yang tidak islami maka dampak kedepannya dapat merusak masa depan anak.

10. Saling Terbuka

Salah satu cara untuk membangun kedekatan antara orang tua dengan anak yaitu dengan saling terbuka dalam masalah apapun agar anak terhindar dari sikap yang tertutup dan cenderung menyembunyikan sesuatu dari orang tuanya sehingga hal ini dapat menimbulkan kebiasaan buruk pada anak seperti mulai berbohong dan sebagainya.

Demikan sajian yang kami berikan mengenai cara mendidik anak dengan cara islami, semoga bermanfaat bagi orangtua yang sedang mendidik anak maupun bagi saudara-saudara ku yang akan menjadi calon orang tua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *