Cara Ta’aruf Yang Benar Sesuai Syariat Islam

1 min read

Cara Ta’aruf Yang Benar Sesuai Syariat Islam – Ta’aruf lebih identik dalam kalangan umat islam, banyak yang salah kaprah tentang ta’aruf. Ta’aruf sebenarnya lebih kepada perkenalan terhadap calon pasangan yang akan menikah, lebih tepatnya proses syar’i yang dilakukan seseorang untuk menuju kepada jenjang pernikahan.

Sebelum melakukan ta’aruf ada baiknya untuk mengetahui bagaimana sebenarnya cara ta’aruf yang benar sesuai syariat islam

baca juga: Kumpulan Tafsir Surah Dalam Al-qur’an

Berikut cara ta’aruf yang benar sesuai syariat islam:

1. Niat Karena Allah

Sebelum melakukan ta’aruf ada baiknya untuk meluruskan niat terlebih dahulu, niat karena Allah SWT lebih diutamakan. TIdak boleh ada niat yang buruk didalamnya.

2. Berupaya Menjaga Kesucian

Dalam Berta’aruf merupakan sebuah hal yang suci, sebuah proses sebelum melangkah kearah pernikhan, untuk itu tidak dianjurkan jika ada keharaman didalamnya termasuk.

3. Kejujuran Antara Kedua Belah Pihak

Kejujuran sangat di butuhkan dalam proses taaruf karena di khawatirkan ketika berlanjut kejenjang yang lebih serius, tidak menimbulkan kekecewaan didalamnya baik itu pihak perempuan maupun pihak laki-laki.

4. Bertukar biodata

Masih ada kaitannya dengan diatas, dalam ta’aruf memiliki tujuan agar bisa mengenal satu sama lain, dengan saling menukar biodata seseorang dapat mengenal calon pasangannya. Cara ini juga dapat meminimalisir pertemuan antara keduanya.

5. Menerima atau Menolak Secara Bijak.

Ketika dalam masa ta’aruf kedua belah pihak mendapat kecocokan antara mereka maka proses mereka dapat dilanjutkan ke jenjang selanjutnya, akan tetapi apabila keduanya atau mungkin salah satunya mendapatkan ketidak cocokan, maka salah satu pihak yang merasa tidak cocok haarus bijak menerima apapun keputusannya.

6. Diketahui oleh Orang Tua Dan Keluarga

Adapun dalam proses ta’aruf harus diketahui oleh orangtua dan keluarga kedua belah pihak. Dalam hal ini kedua belah pihak berhak menanyakan beberapa pertanyaan yang perlu diketahui oleh masing-masing keluarga.

baca juga: 8 Hak Orang Tua Terhadap Anaknya

7. Diperlukan Perantara

Dalam berta’aruf dibutuhkan seseorang atau kerabat dekat yang menjadi perantara ta’aruf diantara kedua belah pihak. Yang terpenting salah satu diantara mereka masih mahram di antara mereka

Seorang perantara atau kerabat yang menjadi perantara yang memberi tahukan isyarat kapan, dan dimana dan batas waktu yang dibutuhkan untuk mempertemukan kedua belah pihak

8. Tidak Melanggar Syariat

Adapun proses ta’aruf tidak ada aturan khusus yang harus dijalani ketika ta’aruf, yang terpenting dari itu harus senantiasa memperhatikan adab pergaulan antara laki-laki dan perempuan agar tidak menimbulkan fitnah

9. Hindari Percakapan Yang Tidak Penting

Sebisa mungkin setelah ta’aruf menghindari percakapan yang tidak penting baik itu melalui telepon maupun sms dan sosial media yang lain untuk menghidari fitnah yang tidak diinginkan.

10. Memperhatikan Adab Selama Ta’aruf

Adab merupakan sesuatu yang sangat penting, begitupula dalam ta’aruf ada beberapa adab yang harus diperhatikan kedua belah pihak diantaranya adalah

a. Menutup Aurat
b. Menjaga Pandangan
c. Menjaga Sopan Santun
d. Menghindari Pembicaraan yang dapat Menyinggung
e. Senantiasa Mengingat Allah

Semoga Sajian yang Kami Berikan dapat Bermanfaat bagi kita semua, semoga Allah SWT melindungi kita dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *