6 Adab-Adab Dalam Membaca Al-Qur’an

1 min read

5 Adab-Adab Dalam Membaca Al-Qur’an – Al-qur’an merupakan kitab suci yang diwahyukan oleh Allah kepada nabi besar kita Muhammad SAW. Al-qur’an merupakan kitab suci yang tidak ada keraguan didalamnya. Membaca Al-qur’an meruapakan amalan yang paling mulia jika kita senantiasa membaca al-qur’an. Al-qur’an juga merupakan pedoman hidup manusia selama didunia sehingga tidak ada keraguan didalamnya.

Sebelum membaca al-qur’an ada baiknya apabila kita senantiasa memperhatikan adab dalam membaca al-qur’an agar kita tidak sekedar membaca tetapi kita juga mendapat pahala dan memahami apa isi al-qur’an.

Berikut adalah Adab-Adab Dalam Membaca Al-qur’an:

1. Dalam Keadaan Suci

Seorang hamba yang hendak membaca al-qur’an sebaiknya dalam keadaan suci, minimal berwudhu sebelum membaca al-qur’an. Seorang hamba dianjurkan dalam keadaan suci dalam membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci merupakan bentuk mengagungkan Al-Qur’an, akan tetapi jika ia dalam keadaan junub, maka ia diwajibkan untuk mandi janabah jika ia mampu untuk mandi dan mendapatkan air atau bertayammum, namun jika ia tidak mendapatkan air atau bagi yang tidak bisa terkena air dikarenakan sedang sakit maka hendaknya ia bertayamum dan senantiasa berdzikir kepada Allah

2. Membaca dengan Pelan Memperhatikan Tartilnya

Membaca al-qur’an dianjurkan untuk memperhatikan panjang pendeknya kemudian menghayati setiap ayat yang dibaca kemudian membaca terjemahnya agar dapat dipahami apa isi didalam al-qur’an. Yang dimaksud dengan tartil yaitu membaca al-qur’an dengan perlahan-lahan tanpa terburu-buru

3. Membaca Al-qur’an dengan khusyuk

Hendaknya dalam membaca al-qur’an dengan khusyuk dan memahami makna-makna yang terkandung didalamnya dan membaca Al-Qur’an dengan hati.

baca juga: Syarat Sholat Berjamaah Di masjid

4. Memperindah Suara

Sebagaimana sabdah Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain juga dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan lantunan bacaan yang jelas dan terang makhrojtil hurufnya, panjang pendeknya bacaan, serta tidak sampai keluar dari ketentuan ilmu tajwid.

5. Dimulai Dengan Isti’adzah

Sebagaimana Firman Allah Subhanahu wata’ala:

فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

“Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk”.(QS. An-Nahl : 98).

baca juga: Tafsir QS. An-Nahl: 98

Mengapa demikian karena diantara hal yang paling tidak disukai oleh syaithan adalah membaca Al-Qur’an dan syaithan berusaha mengganggu kita dari membaca Al-Qur’an, maka dari itu Allah memerintahkan kepada kita untuk berlindung dari godaan syaithan ketika hendak membaca Al-Qur’an. Dengan membaca 2 macam taawudz agar syaithan tidak memalingkan kita dari membaca Al-Qur’an. Adapun membaca basmalah ketika kita membaca dari awal surah maka kita diperintahkan membaca basmalah setelah beristiadza kecuali diawal surah At Taubah adapun dipertengahan surah diberikan pilihan bagi pembacanya apakah membaca istiadza atau membaca istiadza kemudian basmalah lalu masuk membaca ayat.

Semoga Bermanfaat Bagi kita Semua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *