6 Hak Seorang Muslim Terhadap Muslim Yang lainnya

2 min read

6 Hak Seorang Muslim Terhadap Muslim Yang lainnya – Islam merupakan agama kasih sayang yang selalu mendorong dan menyemangati umatnya untuk mewujudkan hal yang demikian yaitu saling berkasih sayang, oleh karena itu islam mensyariatkan beberapa hal yang menjadi sebab terwujudnya persaudaraan.

Berikut 6 hak seorang muslim terhadap muslim yang laiinya yang perlu kita ketahui:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim)

1. Memberi Salam

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (Qs. An-Nur:27)

baca juga: Tafsir Qs. An-Nur:27)

Disunnahkan untuk memberi salam ketika berpisah,memasuki rumah yang terdapat orang atau pemilik didalam rumah tersebut maupun rumah yang tidak berpenghuni. Mengucapkan salam bisa dengan sebatas assalamu’alaikum saja dan jawabannyapun dengan wa’alaikum salam, bisa juga dengan ucapan salam yang utuh yaitu assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh dan jawabannyapun utuh yaitu wa’alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh

2. Menghadiri Undangan

Menghadiri undangan hukumnya sunnah muakad, karena dengan menghadiri undangannya maka hal itu akan menyenangkan pihak yang mengundang dan dapat mendatangkan rasa cinta dan persatuan. Adapun hukum dalam memenuhi undangan diatas berlaku umum untuk semua jenis undangan baik berupa undangan makan atau acara lain termasuk undangan untuk membantu atau menolong pihak yang mengundang. Namun berbeda dengan undangan walimatul ‘urs (resepsi pernikahan), hukum menghadirinya adalah wajib dengan apabila undangan tersebut meliputi undangan pada hari pertama, orang yang mengundang adalah seorang muslim, undangan yang jelas ditujukan khusus dirinya pribadi dan bukan undangan yang ditujukan untuk khalayak umum, adapun yang mengundang harta atau dana yang digunakan harus jelas kehalalannya

3. Memberi Nasihat Jika Diminta

Nasihat adalah tonggak agama. Memberikan nasihat pada umumnyaadalah menuntun mereka menuju kepada apa yang membuatnya semakin baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat

Adapun jika seseorang meminta nasihat yang kepada anda maka nasihatilah dia, akan tetapi juka seseorang tersebut tidak meminta nasihat kepada anda maka anda tidak wajib memberikan nasihat kepadanya. Meskipun demikian, nasihat merupakan sebuah akhlak yang tidak boleh untuk ditinggalkan karena didalamnya terdapat kebaikan

baca juga : 6 Manfaat Bersilahturrahmi dalam Bermasyarakat

4. Mendoakan Bersinnya Jika dia Bertahmid

Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’”. Maksudnya ‘’yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu) adalah semoga Allah memberikanmu rahmat dengan mengembalikan anggota badan yang bersin kembali seperti semula dan tidak berubah. Namun kalimat tasmit atau tasymit adalah doa kebaikan. Setiap orang yang mendoakan yang lain dengan kebaikan disebut dengan tasmit.

Apabila ada orang bersin tiga kali dan setiap kali bersin dia bertahmid, maka orang yang mendengar orang yanr gersin tersebut bertahmid maka hendaknya menjawab tahmid tersebut, namun apabila bersinnya berlanjut maka kemungkinan orang tersebut sedang sakit orang yang mendengar hendaknya mendoakan kesembuhan baginya.

5. Menjenguk Dikala Sakit

Hal ini disunahkan saat menjenguk orang sakit dengan tujuan untuk membukakan pintu harapan untuknya (memberikan semangat agar tetap sabar menghadapi penyakitnya) agar yang sakit tidak berputus asa dengan penyakit yang dihadapinya.

6. Mengantarkan Jenazahnya

Menghadiri prosesi pemakaman jenzah hukumnya sunnah, dan ini merupakan hak si mayit dan keluarganya. mengantarkan jenazah juga terdapat pahala yang besar di dalamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ اتَّبَعَهَا حَتَّى تُوضَعَ فِي الْقَبْرِ فَقِيرَاطَانِ قَالَ قُلْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَمَا الْقِيرَاطُ قَالَ مِثْلُ أُحُدٍ

“Barangsiapa mensholatkan jenazah, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang mengantarnya hingga jenazah itu di letakkan di liang kubur, maka baginya pahala dua qirath.”

“Ya Abu Hurairah, seperti apakah dua qirat itu?” Tanyaku.

Beliau menjawab, “Seperti gunung Uhud.” (HR. Muslim)

Ketika mengantarkan jenazah kita dimakruhkan untuk meninggikan suara,berteriak,tertawa meskipun melantunkan ayat suci Al-qur’an dan kalimat-kalimat dzikir kita dilarang mengeraskan suara. kita disunnahkan untuk khuyuk dalam mengantarkan jenazah memikirkan keadaan jenazah kemudian mengambil pelajaran penting dari peristiwa simayit untuk diri pribadi sebagai bekal bahwa kita akan menyusul mereka

Semoga Sajian kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua kita saling berkasih sayang terhhadap sesama muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *